Selasa, 31 Juli 2012

Anak Manja dan Cara Mengatasi

Anak manja mungkin menjadi beban pikiran bagi sebagian orangtua. Bahkan kadang orangtua akan dibuat bingung dengan setiap tingkah laku dan kemauan anak. Ada beberapa orangtua yang kadang menuruti semua keinginan anak, tetapi ada kalanya mereka juga akan kewalahan menghadapi anak mereka.
Apakah anak anda tergolong anak-anak yang manja? Ada beberapa tanda yang terlihat pada anak, terutama bila orangtua terlalu memanjakannya. Berikut adalah beberapa ciri seperti apa anak yang manja itu dan bagaimana mengatasi anak manja.
1.   Anak  tidak tahu batasan (misalnya memaksa meminta sesuatu untuk hal-hal yang tidak  ia butuhkan, melanggar berbagai aturan yang telah ditetapkan).
2.   Sering  merengek, dan mudah menangis.
3.   Perilaku  yang selalu tergantung pada orang lain, dan mengharapkan bantuan orang lain  untuk mengerjakan hal-hal yang seharusnya sudah dapat ia kerjakan sendiri  (misalnya minta tolong untuk memakai sepatu/mengambil tas pada anak usia 7  tahun).
4.   Mudah merajuk kalau kemauannya tidak terpenuhi,  karena tidak biasa dengan proses (biasanya ortu langsung memberikan apa yang  dia minta).
5.   Mau menang sendiri, sulit untuk mengalah.
6.   Daya juang (endurance) rendah.
Beberapa  prinsip pengasuhan untuk mengatasi anak manja, sehingga diharapkan perilakunya akan berubah.
1.   Buat  aturan yang jelas untuk anak. Misalnya ada waktu untuk tidur, makan, main,  makanan yang boleh/tidak boleh dimakan anak dan aturan-aturan lain. Namun  demikian tetap ada fleksibilitas, misalnya karena hari ini anak dan orangtua  terlalu lelah, karena baru saja pulang dari berlibur di luar kota, malam ini semua tidur lebih cepat.
2.   Anak boleh memilih, namun pastikan bahwa pilihan tersebut memang sesuai  untuknya. Misalnya, bukan memberi pilihan untuk tidur siang atau tidak, karena  anak pasti akan menjawab tidak. Namun pilihan untuk tidur siang atau tidur-tiduran di kamar sambil membaca buku.
3.   Terlalu banyak larangan akan menyebabkan anak tidak percaya diri dan takut  untuk mengeksplorasi lingkungan.
4.   Aturan harus konsisten, jangan menyerah pada rengekan anak. Orangtua harus  bersikap tegas terhadap aturan yang telah dibuat.
5.   Konsekuensi terhadap pelanggaran aturan harus diberikan sesegera mungkin.
6.   Beri penghargaan atas setiap keberhasilan anak dan jika anak bersabar atas  larangan orangtua.
7.   Biarkan anak bereksplorasi (terutama usia toddler), namun pastikan bahwa lingkungan aman untuk anak (tak ada  ujung meja yang tajam, saklar listrik telah ditutup, dan sebagainya).
8.   Dorong anak untuk melakukan sesuatu sendiri sesuai tahap usianya. Misalnya  membuka celana sendiri untuk anak usai 3 tahun, menyiapkan keperluan sekolah  sendiri untuk anak 7 tahun. Beri tanggung jawab pada anak sesuai dengan usianya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar